Ada sebuah konsep dalam psikologi yang disebut "belajar ketidakberdayaan" yang digunakan untuk menjelaskan aspek-aspek tertentu dari depresi dan kecemasan.
Konsep ini diakui dan dikodifikasikan pada tahun 1970an. Namanya menjelaskan semuanya: jika, pada tahap awal perkembangannya, makhluk hidup memahami hal itu Dia tidak bisa berbuat apa-apa terhadap kejadian yang terjadi di sekitarnya., Anda akan merasakan kurangnya kendali dan perasaan tidak berdaya akan menetap di otak Anda.
Banyak penelitian telah dilakukan mengenai hal ini. Pada studi pertama, Anjing-anjing itu dibagi menjadi dua kelompok: Kelompok pertama disetrum, namun mereka diberi cara untuk menghentikan sengatan tersebut (mereka tinggal mencari tahu sendiri). Kelompok anjing kedua menerima kejutan, tetapi tidak punya cara untuk menghindari atau menghindarinya. Sayangnya, pengalaman tersebut memiliki dampak jangka panjang pada hewan. Ketika dihadapkan dengan lingkungan yang penuh tekanan di kemudian hari, kelompok anjing pertama melakukan yang terbaik untuk mencoba mengatasinya. Sebaliknya, anjing-anjing di kelompok kedua menyerah begitu saja. Mereka telah dikondisikan untuk merespons stres dengan persetujuan.
Jenis ketidakberdayaan yang dipelajari ini tidak terbatas pada hewan; banyak orang dewasa melaporkan pengalamannya setelah menjalani situasi stres: orang yang tertidur setelah bertengkar dengan pasangannya atau menguap tak terkendali setelah mengalami situasi stres di tempat kerja.
Ada orang yang merasakan godaan yang sangat besar untuk pergi tidur ketika mereka merasa kewalahan. Ini adalah mekanisme pertahanan yang mereka gunakan untuk melepaskan diri dari perasaan kewalahan.