Seseorang yang mengalami depresi ringan mungkin akan merasa lebih baik dengan kata-kata yang baik. Namun, orang dengan depresi klinis lebih suka mendengar hal-hal negatif. Studi yang dijelaskan di bawah ini menunjukkan bahwa orang yang depresi tidak hanya menghindari umpan balik positif tetapi juga secara aktif mencarinya.
Para penulis studi menemukan bahwa orang yang mengalami depresi cenderung tertarik pada lingkungan yang memperkuat citra diri negatif mereka. Individu yang depresi ini cenderung menjauhkan diri dari orang lain yang mencoba membantu mereka, menunjukkan perilaku seperti:
- Pembicaraan diri yang bermusuhan dan negatif
- Kurangnya respons.
- Mereka mengurangi kontak mata.
- Gerakan wajah negatif.
- Pidatonya lebih lambat dan monoton.
Melalui penelitian ini, penulis memberikan bukti yang menunjukkan bahwa penderita depresi terkadang melakukan perilaku tersebut untuk memancing komentar negatif.
Untuk penelitian mereka, para penulis merekrut tiga kelompok peserta:
- Orang yang menderita depresi klinis (28).
- Orang yang tidak mengalami depresi dan memiliki harga diri yang tinggi (20).
- Orang yang tidak mengalami depresi tetapi memiliki harga diri yang rendah (25).
Para peserta diminta untuk mengisi serangkaian kuesioner dan diberi tahu bahwa tanggapan mereka akan menjadi dasar penilaian kepribadian . Penilaian ini akan dilakukan oleh mahasiswa pascasarjana.
Peserta kemudian diberikan apa yang mereka anggap sebagai ringkasan evaluasi kepribadian mereka oleh mahasiswa pascasarjana. Namun pada kenyataannya, setiap orang memiliki dua ringkasan yang sama, yang satu positif ("orang ini tampaknya dapat menyesuaikan diri, percaya diri, bahagia, dll."), dan yang lainnya negatif ("orang ini tampaknya sedih"). tidak nyaman, dll."). Mereka kemudian diminta memilih versi evaluasi positif dan negatif mana yang ingin mereka baca. Mereka juga diminta menilai keakuratan kedua ringkasan tersebut.
Hanya 25% dari kelompok harga diri tinggi memilih evaluasi yang tidak menguntungkan dibandingkan evaluasi yang menguntungkan. 64% persen peserta dengan harga diri rendah tetapi tidak mengalami depresi memilih evaluasi negatif. Sebaliknya, 82% peserta depresi memilih evaluasi yang kurang baik.
Dari ketiga kelompok, hanya peserta depresi yang menilai evaluasi negatif lebih akurat.
Referensi:
R. Brian Giesler, Robert A. Josephs, Ph.D., dan William B. Swann, Jr., Ph.D. Verifikasi Diri dalam Depresi Klinis: Keinginan untuk Evaluasi Negatif. Jurnal Psikologi Abnormal, Vol.105, No.3, hlm 358-368.